Monday, April 28, 2008

Karakteristik Isteri Aktivis Dakwah

Seorang aktivis dakwah memerlukan isteri yang ‘tidak biasa’. rinduKenapa? Karena mereka tidak hanya memerlukan istri yang pandai merawat, pandai memasak, pandai mengurus rumah, pandai mengelola keuangan, cekap dalam hal-hal berkenaan urusan rumahtangga. Maaf, bukan bermaksud mengecilkan, berbagai kepandaian dan kecekapan itu adalah bekalan ‘standard’ yang memang harus dimiliki oleh seorang isteri, tanpa memandang adakah suaminya seorang aktivis atau bukansengihnampakgigi. Atau dengan kata lain, seorang perempuan dikatakan siap untuk menikah dan menjadi seorang isteri jika dia memiliki berbagai-bagai bekalan yang standard itu. Namun bagaimana jika sudah jadi isteri, tapi tidak punya bekalan itu? Ya, jangan hanya diam, belajarlah. Istilah popularnya ‘learning by doing’.:woooh:

Kembali kepada pokok perbahasan kita. Menjadi isteri aktivis bererti bersedia untuk mempelajari dan memiliki bekalan ‘di atas standard’. Berikut ini adalah bekalan yang diperlukan oleh isteri aktivis atau yang ingin menikah dengan aktivis dakwah:

1. Bekalan Yang Bersifat Pemahaman (fikrah)

Hal paling penting yang harus difahami oleh isteri seorang aktivis dakwah, bahawa suaminya pastinya tidak sama dengan suami pada umumnya. Seorang aktivis dakwah adalah orang yang mempersembahkan waktunya, gerak amalnya, getar hatinya, dan seluruh hidupnya demi tegaknya dakwah Islam dalam rangka meraih ridha Allah. Mendampingi seorang aktivis adalah mendampingi seorang prajurit Allah. Tak ada yang dicintai seorang aktivis dakwah melebihi cintanya kepada Allah, Rasul, dan berjihad di jalan-Nya. Jadi, siapkan dan ikhlaskan diri kita untuk menjadi cinta ‘kedua’ bagi suami kita, karena cinta pertamanya adalah untuk dakwah dan jihad! Ayuh bangun dari lena kalian…


2. Bekalan Yang Bersifat Ruhiyah

Berusahalah untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Jadikan hanya Dia tempat bergantung semua harapan. Yakinlah bahwa ada Kehendak, Qadha, dan Qadar Allah yang berlaku dan pasti terjadi, sehingga tak perlu takut atau khuwatir melepaskan suami pergi berdakwah ke manapun. Yakinlah bahwa Dialah Sang Pemilik dan Pemberi Rezeki, yang berkuasa melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi sesiapa yang Dia kehendaki. Bekalan ini akan sangat membantu kita untuk bersikap ikhlas dan qana’ah ketika harus menjalani hidup bersahaja tanpa limpahan harta. Dan tetap berwaspada dalam setiap perkara agar tak menjadi takabur dan lalai ketika Dia melapangkan rezeki-Nya untuk kita.

3. Bekalan Yang bersifat Ma’nawiyah (mentaliti)
garupale

Inilah di antara bekalan berupa sikap mental yang diperlukan untuk menjadi istri seorang aktivis: kuat, tegar, gigih, kukuh, sabar, tidak manja (kecuali dalam batasan tertentu) dan mandiri. Tidak mengharapkan semuanya diselesaikan oleh suami. Namun ada upaya dari diri sendiri untuk terus mencuba dengan pe;bagai alternative.

4. Bekalan Yang bersifat Aqliyah (intelektualiti)


Ternyata, seorang aktivis tidak hanya memerlukan pendengar setia. Ia perlukan isteri yang boleh untuk diajak bersembang, tukar pikiran, musyawarah, atau perbincangan tentang kesibukan dan minatnya. Karena itu, banyaklah membaca, rajin mendatangi majlis-majlis ilmu supaya luas tsaqafah.

5. Bekalan Yang Bersifat Jasadiyah (fizikal)
:inlove:

Minimal sihat, menjaga kebersihan, dan tidak selalu sakit saja. Jika fizikal kita sihat, kita dapat melakukan banyak hal, termasuk mengurus suami yang sibuk berdakwah. Karena itu, penting bagi kita untuk menjaga kesihatan, membiasakan pola hidup sihat, rajin beriadhah dan lain-lain. Selain itu, jangan lupakan masalah merawat wajah dan tubuh badan. Ingatlah, salah satu ciri isteri solehah adalah ‘menyenangkan ketika dipandang’.

:sigh:Akhirnya, ada bekalan yang lain yang tak kalah penting. Itulah sikap mudah memaafkan. Bagaimanapun soleh dan taqwanya seorang aktivis, tak akan mengubah dia menjadi malaikat yang tak punya kesalahan. Seorang aktivis dakwah tetaplah manusia biasa yang pastinya dan mungkin untuk melakukan kesalahan. Bukankah tak ada yang ma’shum di dunia ini selain Baginda Rasulullah?

:tsk:p/s: para Ikhwannya juga sama dalam persediaan ini.:okay:

Read more...

Thursday, April 17, 2008

ALLAH KNOWS


Akhwat fillah...ros
Bila-bila saja diri kita boleh diuji dengan pelbagai kesusahan, keperitan dan kepayahan:sweaty:. Namun, Allah sekali lagi tidak pernah meninggalkan kita di belakannya. Dengan ujian yang diturunkannya,Dia kurniakan bersama pertolongannya.

Maka, tatkala terasa keperitan menanggung beban, ingatlah bahawa "Allah Knows"

ALLAH KNOWS doa

When you feel all alone in this world
And there’s nobody to count your tears
Just remember no matter where you are
Allah knows, Allah knows.

When you’re carrying a monster load
And you wonder how far you can go
With every step on that road you take
Allah knows, Allah knows.

(Cause) No matter what, inside or out
There’s one thing of which there’s no doubt
Allah knows, Allah knows.

And whatever lies in the heavens and the Earth
Every star in this whole universe
Allah knows, Allah knows.

When you find that special someone
Feel your whole life has barely begun
You can walk on the moon shout it to everyone
Allah knows, Allah knows.

When you gaze with love in your eyes
Catch your glimpse of paradise
And you see your child take the first breath of life
Allah knows, Allah knows.

When you lose someone close to your heartlove
See your whole world fall apart
And you try to go on but it seems so hard
Allah knows, Allah knows.

See we all have a path to choose
Through the valleys and hills we go
With the ups and the downs never fret never frown
Allah knows, Allah knows.

Every grain of sands in every desert plants
He knows…sengihnampakgigi
Every sheet of palm, every closed hand
He knows…
Every sparkling tear on every eye lash
He knows…
Every thought I had and every word I share
He knows…
Allah knows…ros
Read more...

Wednesday, April 16, 2008

Tanda-tanda Iman Lemah dan Cara-cara Mengatasinya

Keimanan manusia tidak seperti malaikat. pun juga seperti iblis la'natullah. Keimanan Manusia selalu dinamik, naik dan turun, sebagaimana sabda nabi Muhammad," Al imanu yaziidu wa yanqus, jadiidu." yang artinya iman itu kadang naik dan kadang turun, maka perbaharuilah selalu iman itu.
Berikut Tanda-tanda Lemahnya Iman seseorang ;peace

1. Terus menerus melakukan dosa dan tidak merasa bersalah
2. Berhati keras dan tidak berminat untuk membaca Al-Qur'an
3. Berlambat-lambat dalam melakukan kebaikan, seperti terlambat untuk melakukan shalat
4. Meninggalkan sunnah
5. Memiliki suasana hati yang goyah, seperti bosan dalam kebaikan dan sering gelisah
6. Tidak merasakan apapun ketika mendengarkan ayat Al-Qur'an dibacakan, seperti ketika Allah mengingatkan tentang hukumanNya dan janji-janjiNya tentang kabar baik.
7. Kesulitan dalam berdzikir dan mengingat Allah
8. Tidak merasa risau ketika keadaan berjalan bertentangan dengan syari'ah
9. Menginginkan jawatan dan kekayaan
10. Kikir dan bakhil, tidak mau memberi rezeki yang dikaruniakan oleh Allah


11. Memerintahkan orang lain untuk berbuat kebaikan, sementara dirinya sendiri tidak melakukannya.
12. Merasa senang ketika urusan orang lain tidak berjalan seperti biasa
13. Hanya memperhatikan yang halal dan yang haram, dan tidak menghindari yang makruh
14. Mengolok-olok orang yang berbuat kebaikan kecil, seperti membersihkan masjid
15. Tidak mau memperhatikan kondisi kaum muslimin
16. Tidak merasa bertanggung jawab untuk melakukan sesuatu demi kemajuan Islam
17. Tidak mampu menerima musibah yang menimpanya, seperti menangis dan meratap-ratap di kuburan
18. Suka membantah, hanya untuk berbantah-bantahan, tanpa memiliki bukti
19. Merasa asyik dan sangat tertarik dengan dunia, kehidupn duniawi, seperti merasa resah hanya ketika kehilangan sesuatu materi kebendaan
20. Merasa asyik (ujub) dan taksub pada diri sendiri

Hal-hal berikut dapat meningkatkan keimanan kita
encem:

1. Tilawah Al-Qur'an dan mentadabburi maknanya, hening dan dengan suara yang lembut tidak tinggi, maka Insya Allah hati kita akan lembut. Untuk mendapatkan keuntungan yang optima, yakinkan bahwa Allah sedang berbicara dengan kita.

2. Menyedari keagungan Allah. Segala sesuatu berada dalam kekuasaannya. Banyak hal di sekitar kita yang kita lihat, yang menunjukkan keagunganNya kepada kita. Segala sesuatu terjadi sesuai dengan kehendakNya. Allah maha menjaga dan memperhatikan segala sesuatu, bahkan seekor semut hitam yang bersembunyi di balik batu hitam dalam kepekatan malam sekalipun
:woooh:

3. Berusaha menambah pengetahuan, setidaknya hal-hal dasar yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti cara berwudlu dengan benar. Mengetahui arti dari nama-nama dan sifat-sifat Allah, orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang berilmu.

4. Menghadiri majlis-majlis dzikir yang mengingat Allah. Malaikat mengelilingi majlis-majlis seperti itu.

5. Selalu menambah perbuatan baik. Sebuah perbuatan baik akan mengantarkan kepada perbuatan baik lainnya. Allah akan memudahkan jalan bagi seseorang yang bershadaqah dan juga memudahkan jalan bagi orang-or
ang yang berbuat kebaikan. Amal-amal kebaikan harus dilakukan secara berterusan.

6. Merasa takut kepada akhir hayat yang buruk. Mengingat kematian akan mengingatkan kita dari terlena terhadap kesenangan dunia.

7. Mengingat fasa-fasa kehidupan akhirat, fasa ketika kita diletakkan dalam kubur, fasa ketika kita diadili, fasa keti
ka kita dihadapkan pada dua kemungkinan, akan berakhir di surga, atau neraka.

8. Berdo'a, menyadari bahwa kita memerlukankan Allah. Merasa kecil di hadapan Allah.

9. Cinta kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala harus kita tunj
ukkan
dengan berbuat. Kita harus berharap semoga Allah berkenan menerima shalat-shalat kita, dan senantiasa merasa takut akan melakukan kesalahan. Malam hari sebelum tidur, sebaiknya kita
bermuhasabah, memperhitungkan perbuatan kita sepanjang hari itu.

10. Menyadari akibat dari berbuat dosa dan pelanggaran. Iman
seseorang akan bertambah dengan melakukan kebaikan, dan menurun
dengan melakukanperbuatan buruk.


11. Semua yang terjadi adalah karena Allah menghendaki hal itu terjadi. Ketika musibah menimpa kita, itupun dari Allah.
topi
Read more...

Untukmu

Photobucket
Photobucket

Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket

Read more...

Tuesday, April 8, 2008

Tarbiyyah dan dakwah

Assalamualaikum….
Tarbiyyah dan dakwah….

Jika dilihat tarbiyyah dan dakwah ini perlu seiringan. Ibarat isi dan kuku saling melengkapi antara satu sama lain. Tiada ertinya tarbiyyah tanpa dakwah, dan tiada ertinya dakwah tanpa tarbiyyah.

Tarbiyyah tanpa dakwah..

Tarbiyyah itu adalah potensi seperti air di dalam tubuh manusia. Sememangnya air amat diperlukan dalam tubuh badan manusia. Terdapat kira-kira 70% air dalam tubuh badan manusia. Walaubagaimanapun, ia perlu bergerak dan dijelmakan dalam bentuk yang pelbagai seperti darah dan sebagainya. Jika air itu diperam didalam badan dan ia tidak dibuang, ia akan menyebabkan penyakit kepada tubuh badan manusia. Maksudnya disini, segala ilmu dan potensi yang dibina dalam tarbiyyah yang tidak diterjemahkan dalam bentuk aplikasi dakwah akan menyebabkan seseorang itu penuh dengan penyakit hati sehingga lebih suka menjadi penghukum daripada menyeru kearah kebenaran. Tanpa dakwah, tarbiyyah akan merosakkan diri seseorang kerana merasakan dirinya sahaja yang betul dan individu lain salah.

Dakwah tanpa tarbiyyah..

Tarbiyyah adalah seperti minyak yang menyediakan tenaga dan menyalurkan kekuatan dan menjadi modal kepada pendakwah. Jika pada awlnya si pendakwah bersemangat untuk mengajak manusia ke arah kebaikan, ia akan ketandusan minyak jika tidak dibekalkan dari semasa ke semasa. Apabila ia ketandusan minyak, bukan sahaja dakwah tidak dapat dilaksanakan dengan baik malah kadang-kadang si pendakwah itu sendiri aka merasa letih dan tidak mahu meneruskan kerja dakwah. Inilah asas kepada keguguran di medan dakwah. Tarbiyyah yang kurang mantap memudahkan seseorang itu gugur daripada jalan yang mulia ini.

Semakin lama seseorang itu berada di jalan dakwah ini, dia akan dapat merasakan kejenuhan dan kelelahan di jalan ini.
Kejenuhan seperti inilah jika ia tidak dirawat pasti akan merebakkan penyakit yang lebih parah, iaitu seseorang itu mudah futur dan berguguran di jalan dakwah ini. Ayuhlah wahai ikhwah dan akhwat, bersihkan kembali hati kita, ikhlaskan kembali niat kita. Semoga Allah akan memudahkan usaha kita dalam rangka menyeru dan mengejutkan kembali umat Islam yang masih lena dibuai mimpi-mimpi indah... "Barangsiapa yang langkah permulaannya telah dicemari dengan niat-niat yang tidak bersih maka dia tidak akan sanggup untuk terus berada di dalam jalan dakwah ini..." -Muhammad Ahmad ar-Rasyid. Wallahualam....

"Tarbiyyah bukanlah segala-galanya, tetapi segalanya sia-sia tanpa tarbiyyah"


Read more...

Kehancuran Akan Datang Jika Kemaksiatan Di Atas Kebaikan

Diriwayatkan dari Aisyah Ra, ia berkata kepada Rasulullah,

"Ya Rasulullah, akankah Allah menimpakan bencana kepada kita meskipun terdapat antara kita orang-orang yang soleh?" Rasulullah menjawab, "Ya, bila kejahatan mereka merata." (HR Muslim: 7164)

Dalam sebuah riwayat lain disebutkan, Allah memerintahkan kepada Jibril menenggelamkan sebuah perkampungan.
"Tuhan, di kampung tersebut terdapat seorang hamba yang sentiasa menyembahMU" tegas Jibril.

"Jibril, dia adalah orang pertama yang harus kau tenggelamkan."
"Mengapa ya Rabb?"
"Kerana dia tidak pernah sesekali marah atas namaKU"

Lalu mengapa? Sebab bencana tidak hanya menimpa ahli maksiat, malah untuk semua. Ketika kita tidak berusaha untuk mengubahnya, kita semua akan binasa kerana bencana yang diturunkan oleh Allah swt.



Untuk membangun sikap optimis, maka kebersamaanlah yang harus anda dahulukan. Dengan tidak hanya melakukan iktikaf di masjid seumur hidup dan berdalih,
"Perubahan di luar masjid bukan menjadi tanggungjawab saya." Tidak, kerana kita semua harus memahami Islam dengan baik dan benar.

Adapun ungkapan di atas bukan bermaksud larangan untuk beriktikaf. Namun, ibadah iktikaf hendaklah disusuli dengan praktikalnya di luar masjid iaitu penyeruan kepada Allah dengan ramah dan peringatan yang baik. Menyeru kepada ummat agar meninggalkan berbuatan maksiat, dan berjuang di jalan Allah dalam rangka meninggikan kalimatnya serta mengembalikan posisi umat ke tempat yang pernah terhormat.

Fahamilah ungkapan Umar al-Khattab berikut:

"
Sebuah perkampungan sangat mungkin ditimpa bencana, meski penuh dengan kegiatan amal kebaikan."
"Bagaimana itu terjadi?"
Saidina Umar menjawab,
"Bila kemaksiatan menang atas kebaikan"
"
Kejahatan terselubung hanya akan membahayakan pelakunya. Berbeza dengan kejahatan terang-terangan yang didiamkan orang-orang, kejahatan ini dapat membahayakan semua."

Rsululah SAW bersabda, "Demi Tuhan, kalian harus melakukan amar ma'ruf dan nahi munkar. Jika tidak, Allah akan menimpakan bencana kepada kalian. Ketika itu, mesti kalian memohon (kepadaNYA), (namun) Dia tidak
akan pernah memperkenankannya" (HR Tarmidzi: 2169)

Ya Allah, betapa mengerikan ketika kami hidup dalam alam realiti ini. bukankah ini adalah realiti kita dengan Allah? Akankah kita berhenti untuk memohon kepada Allah, sebab dia tidak lagi mendengar doa-doa kita? Sangat disayangkan, banyaknya daripada kita yang telah hilang sifat sabar. Maka tidak ada jalan keluar dalam keadaan sulit ini, kecuali kembali kepada Allah, bersabar atas ujianNYA, dan berdoa dengan sungguh-sungguh dan penuh keyakinan, hingga allah memperkenankannya.

Akhwat Fillah,
Islam menghendaki kebersamaan dan bukan keegoan. Maka ikutilah seruan agama yang memberikan kebahagiaan kepada siapa pun yang meyakini dan melaksanakan hukum aturanNYA.

Rujukan: Gayyir Nafsaka! Ubahlah Dirimu!
Penulis: Amru Khalid
Read more...

Lelaki Baik Untuk Perempuan yang Baik


Allah S.W.T berfirman, “Perempuan yang jahat untuk lelaki yang jahat dan lelaki yang jahat untuk perempuan yang jahat, perempuan yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk perempuan yang baik.” (an-Nur':26)

Itulah janji Allah S.W.T buat semua manusia. Seandainya kita menginginkan isteri atau suami yang baik, kita haruslah terlebih dahulu menjadi seorang yang baik. Tak mungkin seorang yang baik akan mendapatkan wanita yang tidak baik atau sebaliknya. Seandainya anda masih meragui kalimah ilahi, kalimah siapakah lagi yang tinggal untuk anda ikuti?

Seorang sahabat saya kemudiannya memberi komentar mengenai ayat ini, “Kalau macam tu, tak nak lah kahwin dulu. Saya nak memperbaiki diri sampai layak mendapat isteri yang lebih baik.” Astaghfirullahal'adzim, bertapa buruknya pandangan seperti ini.

Pertama, membersihkan serta memperbaiki diri dan iman tidak boleh dicampurkan dengan niat kerana selain Allah SWT. Itu namanya syirik. Bagaimana seorang boleh mengatakan ingin memperbaiki diri untuk mendapatkan pasangan yang lebih baik sedang diwaktu dia menyatakan perkara tersebut dia sedang menduakan Tuhan. Pembersihan dan pembaikan yang cuba dilakukan malah boleh bertukar menjadi pengotoran dan perosakan diri.

Kedua, Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang hamba menikah, maka telah sempurnalah setengah agamanya. Maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah pada setengah yang lain.” Jika menikah itu menyempurnakan setengah dari agama, apakah sarana pembersihan dan pembaikan diri yang lebih utama berbandingnya? Seorang yang belum nikah bererti belum sampai separuh pun keimanan yang ada di dalam dirinya.

Ketiga, perkataan “lebih” itu membawa maksud perbandingan antara dua. Bagaimana untuk mengukur “lebih” andai tiada yang pertama.

Keempat kalaupun dia dapat mengetahui “lebih baik” itu, seandainya dia mendapat seorang yang tidak sebaik dirinya, bagaimana? Sedangkan dia telah meletakkan kriteria sendiri mengenai yang “lebih baik”. Sedangkan Allah SWT maha tahu. Mungkin sahaja kita cuma nampak baik, atau merasakan diri baik, atau nama lainnya perasan!

Allah S.W.T dengan kehebatannya dalam mencipta dan menjadikan alam semesta telah menetapkan suatu sistem yang sangat sempurna iaitu islam. Lantas Allah S.W.T menyuruh hamba-hambanya agar taat dan patuh terhadap agama ini dan masuk ke dalamnya dengan seluruh hati dan jiwa.
Read more...

Wednesday, April 2, 2008

"Geologist" dan Da'ie

Bismillahirahmanirrahim

Dakwah , satu perkataan yang boleh kita korelasikan dengan sebuah pendakian . (91:11 ) . Susah ker nak mendaki ? bagi ana ia suatu yang menarik dan mencabar . Kerja2 kerja penadakian ini sebenarnya suatu yang sangat menyeronokkan . mana tak nyer dapat melihat alam , mandi manda di air terjun, cabaran gelapnya malam dan cabaran binatang yang hidup di dalamnya terutamanya pacat dan nyamuk2 . Dan kegembiraan yang paling seronok adalah apabila berada di puncaknya . Masyaallah . Merentas sungai , memanjat cerun licin , jatuh , kejang , luka dan kepenatan itu suatu yang manis bila di kenang tapi pahit ketika melalui nya . semua itu patut di lalui untuk sampai kepuncak .

Pendakian yang paling menyeronokkan apabila bersama rakan2 . Sebab susah senang sama2 . Kalo penat berhenti jap kat air terjun, makan . Kalau ada yang sakit kita papah , dan kita perlahankan langkah untuk berikan sokongan dan temani dia agar tidak rasa di tinggalkan. Tapi yang paling sedih apa bila ada dikalangan kawan2 yang tidak mahu meneruskan perjalanan ke kemuncaknya . Tidak dapat bersama2 menikmati nikmat berada di puncak . Sebabnya dia sendiri tidak larat , atau pun tidak sanggup untuk terus dicabar dengan kesusuhan bermalam di hutan yang sejuk dan ketidaksedapan makanan yang akan di makan sepanjang perjalanan. Almaklumla bekalan makanan yang di bawa sangatlah minim agar kita tidak terbeban dengan bekalan itu sendiri. Mgkn berada di luar hutan itu lebih baik baginya .

Satu nilai bila ana pergi fieldwork ataupun jungle tracking bersama2 member , nilai kerjasama , walaupun mereka sendiri tidak belajar dan dapat bahan ukhuwah , tapi sikap mereka seolah2 telah mendarah daging nilai ukhuwah itu. Yang bersungguh2 memberi semangat pada yang lemah , yang kuat memberi tenaga membatu yang lemah dan sama2 menanggung dalam membuat keputusan dalam pemilihan track ataupun laluan . itu yang akhirnya kami sama2 dapat memetakan kawasan tersebut yang berpuluh kilometer persegi dengan jayanya.Berpanas , berhujan semuanya bersama tanpa payung . bagi ana inilah pengalaman yang paling menyeronokkan dan mencabar kerana inilah tugas sebenar seorang geologist .

Semuanya ini ana nak comparekan kita sebagai seorang daie yang mana kita akan mendaki gunung hubbu dunia , meredah hutan masyarakat , mengharung sungai2 kejahilan . kesemuanya kita akan hadapi nya dengan penuh optimis dan ketenangan serta kesabaran walaupun pahit sebab seorang daie jiwanya besar ,sukakan cabaran . Malahan cabaran yang kita akan hadapi jauh lebih besar dari sekadar sebuah pendakian gunung . kerana dengan cabaran dan kesulitan serta kesusahan daie terus mandiri , dan dengan keperitan di bernafas dan dengan fitnah ia terus berevolusi ke arah kemajuan tertinggi . Akhirnya kalau seorang geologist setelah merentas hutan dia akan berhasil memetakan kawasan dengan ciri2 geologi ,tetapi seorang daie dia akan memetakan kawasan yang dilaluinya dengan kalimah lailahaillallah .

Dalam perjalanan sebuah pendakian seorang daie pasti dia tidak akan keseorangan ,kerana hidupnya ukhuwah. Malahan dalam mengharungi cabaran ini pasti kalau kita seorang yang hidup ‘berjemaah’ pasti lebih tenang dan optimis kalau di bandingkan ukhuwah yang ana bina hanya sekadar di fieldwork .kerana ukhuwah itu di bina atas alasan duniawi , tapi ukhuwah yang dibina di atas jalan dakwah pastinya atas dasar iman yang jauh lebih murni dan hakiki . Pastinya kita lebih tenang ya lebih tenang dan pasti tenang sekiranya ukhuwah kita kerana ALLAH . Kalau itu belum di perolehi mari kita dalamkan iman , luruskan niat .

Tetapi dalam pendakian itu pasti dia akan menghadapi fenomena ‘saqata’ nya rakan2 seperjuangan . Di sinilah nilai ukhuwah dan stamina (iman) yang kita bina sejak di base camp akan teruji sebab pendakian ke puncak akan semakin curan , tekanan semakin extreme . Stamina dan bekalan iman perlu disiapkan agar boleh menampung ketika lemahnya semangat berkurangnya tenaga .Berehatlah sejenak di pertengahan jalan sambil menikmati pemandangan dan nikmat yang Allah berikan kerana inilah pertolongan dan nikmat yang Allah berikan kepada daie . tetapi jgn terlalu lama dan asyik kerana itu hanya persinggahan , ambil apa yang perlu .

Ana menulis ini sebagai satu coretan rasa sempena gugurnya anak halaqah ana dari jalan dakwah ini. Tapi satu yang paling penting yang perlu kita review dan muhasabah adalah ibrah yang allah nak sampaikan pada kita. Memang biasa ikhwah atau akhwat kita berguguran atau ‘keluar’ halaqah kerana itu sunnatullah untuk membersihkan saff dakwah , macam jugak mati itu perkara biasa pasti ada yang akan mati ; tapi nilai di sebalik kematian itulah dimana yang orang2 masih hidup perlu menilai kembali dan mengambil ibrah di sebaliknya.so apabila anak halaqah kita keluar , beguguran adakah kita hanya mengatakan ini perkara biasa?? Memang ia perkara biasa tetapi pengajarannya dan ibrah nya luar biasa bagi siapa yang mahu mengambil pelajaran .

Waallahualam

Tulisan: Ukht Islahi



Read more...