Tuesday, April 8, 2008

Kehancuran Akan Datang Jika Kemaksiatan Di Atas Kebaikan

Diriwayatkan dari Aisyah Ra, ia berkata kepada Rasulullah,

"Ya Rasulullah, akankah Allah menimpakan bencana kepada kita meskipun terdapat antara kita orang-orang yang soleh?" Rasulullah menjawab, "Ya, bila kejahatan mereka merata." (HR Muslim: 7164)

Dalam sebuah riwayat lain disebutkan, Allah memerintahkan kepada Jibril menenggelamkan sebuah perkampungan.
"Tuhan, di kampung tersebut terdapat seorang hamba yang sentiasa menyembahMU" tegas Jibril.

"Jibril, dia adalah orang pertama yang harus kau tenggelamkan."
"Mengapa ya Rabb?"
"Kerana dia tidak pernah sesekali marah atas namaKU"

Lalu mengapa? Sebab bencana tidak hanya menimpa ahli maksiat, malah untuk semua. Ketika kita tidak berusaha untuk mengubahnya, kita semua akan binasa kerana bencana yang diturunkan oleh Allah swt.



Untuk membangun sikap optimis, maka kebersamaanlah yang harus anda dahulukan. Dengan tidak hanya melakukan iktikaf di masjid seumur hidup dan berdalih,
"Perubahan di luar masjid bukan menjadi tanggungjawab saya." Tidak, kerana kita semua harus memahami Islam dengan baik dan benar.

Adapun ungkapan di atas bukan bermaksud larangan untuk beriktikaf. Namun, ibadah iktikaf hendaklah disusuli dengan praktikalnya di luar masjid iaitu penyeruan kepada Allah dengan ramah dan peringatan yang baik. Menyeru kepada ummat agar meninggalkan berbuatan maksiat, dan berjuang di jalan Allah dalam rangka meninggikan kalimatnya serta mengembalikan posisi umat ke tempat yang pernah terhormat.

Fahamilah ungkapan Umar al-Khattab berikut:

"
Sebuah perkampungan sangat mungkin ditimpa bencana, meski penuh dengan kegiatan amal kebaikan."
"Bagaimana itu terjadi?"
Saidina Umar menjawab,
"Bila kemaksiatan menang atas kebaikan"
"
Kejahatan terselubung hanya akan membahayakan pelakunya. Berbeza dengan kejahatan terang-terangan yang didiamkan orang-orang, kejahatan ini dapat membahayakan semua."

Rsululah SAW bersabda, "Demi Tuhan, kalian harus melakukan amar ma'ruf dan nahi munkar. Jika tidak, Allah akan menimpakan bencana kepada kalian. Ketika itu, mesti kalian memohon (kepadaNYA), (namun) Dia tidak
akan pernah memperkenankannya" (HR Tarmidzi: 2169)

Ya Allah, betapa mengerikan ketika kami hidup dalam alam realiti ini. bukankah ini adalah realiti kita dengan Allah? Akankah kita berhenti untuk memohon kepada Allah, sebab dia tidak lagi mendengar doa-doa kita? Sangat disayangkan, banyaknya daripada kita yang telah hilang sifat sabar. Maka tidak ada jalan keluar dalam keadaan sulit ini, kecuali kembali kepada Allah, bersabar atas ujianNYA, dan berdoa dengan sungguh-sungguh dan penuh keyakinan, hingga allah memperkenankannya.

Akhwat Fillah,
Islam menghendaki kebersamaan dan bukan keegoan. Maka ikutilah seruan agama yang memberikan kebahagiaan kepada siapa pun yang meyakini dan melaksanakan hukum aturanNYA.

Rujukan: Gayyir Nafsaka! Ubahlah Dirimu!
Penulis: Amru Khalid